Dunia Tumbuh Tak Merata, Malang Bisa Mengandalkan Apa?

Angel

Angel

Contributor

29 September 2026
5 min baca
28 dilihat
Tips-keuangan

Ekonomi dunia tidak bergerak dengan kecepatan yang sama.

Ketika Asia Tenggara dan India masih mendapatkan sentimen pertumbuhan yang relatif kuat, Amerika Serikat diperkirakan tumbuh moderat. Di sisi lain, prospek China melemah, sementara Eropa masih menjadi kawasan dengan ekspektasi pertumbuhan paling rendah. Gambaran tersebut muncul dalam World Economic Forum Chief Economists’ Outlook September 2026.

Kondisi ini mungkin terdengar jauh dari kehidupan masyarakat Malang.

Padahal, ketika pertumbuhan ekonomi global mulai berbeda-beda antarwilayah, dampaknya dapat merambat ke perdagangan, investasi, pariwisata, hingga aktivitas bisnis lokal.

Lalu, di tengah ekonomi global yang tidak tumbuh merata, Malang bisa mengandalkan apa?

Asia Tenggara Sedang Mendapat Angin Positif

Dalam survei WEF, India menjadi salah satu wilayah dengan prospek pertumbuhan paling kuat. Sebanyak 74% ekonom yang disurvei memperkirakan pertumbuhan India akan kuat atau sangat kuat dalam 12 bulan ke depan.

Asia Tenggara berada tidak jauh di belakangnya. Sebanyak 73% ekonom memperkirakan kawasan ini mengalami pertumbuhan kuat atau sangat kuat. Sementara itu, hanya 31% yang melihat pertumbuhan China akan kuat, dan 61% memperkirakan Eropa mengalami pertumbuhan lemah atau sangat lemah.

Bagi Indonesia, posisi Asia Tenggara yang relatif positif dapat menjadi peluang.

Namun, pertumbuhan kawasan tidak otomatis membuat seluruh daerah ikut menikmati manfaatnya. Setiap daerah tetap perlu memiliki sektor ekonomi yang mampu menarik aktivitas dan menciptakan perputaran uang.

Di sinilah konteks Malang menjadi menarik.

Malang Punya Mesin Ekonomi yang Tidak Hanya Bergantung pada Industri Besar

Ekonomi Malang memiliki karakter yang cukup beragam.

Kota ini dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi aktivitas ekonominya juga ditopang oleh pariwisata, kuliner, perdagangan, ekonomi kreatif, perhotelan, restoran, hingga berbagai usaha jasa.

Pemkot Malang sendiri saat ini menempatkan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi. Pengembangannya mencakup wisata heritage, kuliner, event, seni budaya, kampung wisata, hingga kolaborasi dengan UMKM dan pelaku industri kreatif.

Artinya, ketika kondisi ekonomi global berubah, Malang memiliki beberapa sumber aktivitas ekonomi yang dapat terus dikembangkan dari dalam kota.

Wisatawan Bisa Menjadi “Uang yang Berputar” di Kota

Salah satu sektor yang dapat dilihat adalah pariwisata.

Pada Januari–Agustus 2026, Kota Malang mencatat sekitar 2,49 juta kunjungan wisatawan, terdiri dari sekitar 2,45 juta wisatawan nusantara dan 46.784 wisatawan mancanegara.

Angka kunjungan tersebut tidak hanya berarti jumlah orang yang datang.

Setiap wisatawan berpotensi membelanjakan uang untuk hotel, makanan, transportasi, tiket wisata, oleh-oleh, hingga berbagai aktivitas lainnya.

Uang tersebut kemudian berpindah dari wisatawan ke pelaku usaha, dari pelaku usaha ke pekerja dan pemasok, lalu berputar kembali ke sektor ekonomi lainnya.

Karena itu, kualitas wisatawan dan lama tinggal juga penting.

Pemkot Malang mencatat rata-rata lama tinggal wisatawan masih sekitar 1,3 hari. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian karena semakin banyak aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan, semakin besar pula peluang pengeluaran mereka tersebar ke berbagai sektor usaha.

Bukan Sekadar Mendatangkan Wisatawan

Kalau tujuan akhirnya adalah memperkuat ekonomi lokal, tantangannya bukan hanya membuat orang datang ke Malang.

Pertanyaannya adalah:

Berapa lama mereka tinggal?

Berapa banyak uang yang mereka belanjakan?

Dan ke sektor mana uang tersebut mengalir?

Misalnya, wisatawan yang hanya datang untuk satu hari mungkin mengeluarkan uang untuk transportasi dan makanan.

Namun, wisatawan yang tinggal lebih lama berpotensi menggunakan hotel, mengunjungi lebih banyak destinasi, mencoba kuliner, membeli produk UMKM, dan mengikuti aktivitas ekonomi kreatif.

Karena itu, pengembangan pariwisata dapat diarahkan untuk memperpanjang pengalaman wisatawan, bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan.

UMKM Malang Ikut Menentukan Seberapa Besar Manfaatnya

Pertumbuhan ekonomi juga perlu terasa sampai ke pelaku usaha lokal.

Hotel dan restoran memang mendapatkan manfaat dari kunjungan wisatawan. Tetapi dampaknya dapat menjadi lebih luas apabila wisatawan juga berbelanja produk UMKM, menggunakan jasa transportasi lokal, mengunjungi kampung wisata, atau mengikuti event ekonomi kreatif.

Pemkot Malang sendiri mendorong keterhubungan antara hotel, restoran, destinasi, transportasi, ekonomi kreatif, dan sektor pendukung lainnya untuk memperkuat ekosistem pariwisata.

Dengan pola seperti itu, satu aktivitas ekonomi dapat menciptakan efek lanjutan bagi usaha lainnya.

Data Lokal Menjadi Semakin Penting

Ketika kondisi ekonomi global tidak pasti, pemerintah daerah dan pelaku usaha membutuhkan data untuk menentukan arah.

Contohnya, data kunjungan wisatawan dapat digunakan untuk melihat periode ramai dan sepi. Data okupansi hotel dapat membantu pelaku usaha memperkirakan permintaan. Data transaksi dan karakter wisatawan dapat digunakan untuk menentukan produk yang lebih sesuai.

Pemkot Malang juga menekankan pentingnya ketersediaan data pariwisata sebagai dasar penyusunan program, kebijakan, dan evaluasi pembangunan.

Bagi pelaku usaha, prinsipnya sederhana:

jangan hanya bertanya “berapa banyak pelanggan?”, tetapi juga “kapan mereka datang, apa yang mereka beli, dan berapa lama mereka tinggal?”

Ketimpangan Global Bisa Menjadi Peluang, tetapi Tidak Otomatis

Prospek ekonomi Asia Tenggara yang relatif kuat memberikan lingkungan eksternal yang cukup mendukung. Namun, Malang tetap perlu membangun daya tarik ekonominya sendiri.

WEF mencatat bahwa fragmentasi ekonomi dan geopolitik masih meningkat, sementara tekanan biaya hidup juga menjadi perhatian. Sebagian besar ekonom memperkirakan kenaikan biaya makanan, listrik, dan transportasi dalam setahun ke depan.

Kondisi tersebut berarti pelaku usaha Malang juga perlu berhati-hati.

Jika biaya operasional meningkat, bisnis yang hanya mengandalkan volume penjualan tanpa mengelola biaya dengan baik dapat menghadapi tekanan margin.

Karena itu, pertumbuhan ekonomi lokal perlu berjalan bersama dengan efisiensi dan pengelolaan keuangan usaha.

Malang Tidak Harus Menunggu Ekonomi Global Pulih Merata

Dunia memang sedang menghadapi pemulihan yang berbeda-beda.

India dan Asia Tenggara mendapat penilaian relatif positif, Amerika Serikat tumbuh moderat, sementara China dan Eropa menghadapi tantangan yang berbeda.

Bagi Malang, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak harus selalu menunggu kondisi global menjadi seragam.

Pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, kuliner, perdagangan, dan UMKM dapat menjadi bagian dari mesin ekonomi lokal.

Tantangannya adalah bagaimana sektor-sektor tersebut saling terhubung sehingga uang yang masuk ke kota tidak berhenti di satu sektor saja.

Dari Kota Wisata Menjadi Ekosistem Ekonomi

Malang memiliki modal berupa wisatawan, mahasiswa, pelaku UMKM, industri kreatif, restoran, hotel, serta berbagai kegiatan ekonomi berbasis pengalaman.

Yang perlu diperkuat bukan hanya jumlah aktivitasnya, tetapi keterhubungan antaraktivitas tersebut.

Wisatawan datang → menginap → makan di restoran lokal → membeli produk UMKM → mengunjungi destinasi → mengikuti event → kembali menggunakan jasa lokal.

Semakin banyak rantai ekonomi yang terhubung, semakin luas pula manfaat ekonomi yang dapat berputar di dalam kota.

Jadi, ketika pertumbuhan ekonomi dunia masih timpang, pertanyaan untuk Malang bukan hanya “apakah ekonomi global akan membaik?”

Tetapi juga:

“Seberapa kuat ekonomi lokal Malang menciptakan perputarannya sendiri?”

Tags
ekonomi Malang 2026 ekonomi Kota Malang pertumbuhan ekonomi Malang pariwisata Malang UMKM Malang ekonomi kreatif Malang wisatawan Malang bisnis Malang ekonomi Jawa Timur WEF 2026.
Link berhasil disalin ke clipboard!
👋 Tanya AI Kami!
Kembali ke Atas
Chat WhatsApp
Chat Bot

Asisten GL++

Online 24/7
GL-Bot

Halo! 👋 Saya asisten virtual GL++. Ada yang bisa saya bantu tentang software akuntansi dan layanan kami?

08:18